Perjalanan Spiritualku

 Hallo perkenalkan aku adalah perempuan berusia 27 tahun, hidup dalam keluarga yang beranggotakan ayah,ibu,dan adik. Dalam satu atap ini kita berbeda keyakinan. Ayahku memeluk agama Kristen dan Ibuku memeluk agama Islam. Sedari kecil ibuku sudah mengajarkan ku mengenai agama islam, dari mulai mengaji, sampai tata cara sholat. Pada suatu waktu, aku bertanya pada diriku sendiri, "Apakah yang aku lakukan ini sesuai dengan apa yang aku rasakan?". Yang pada akhirnya aku dihadapkan dengan suatu kebimbangan dan kegelisahan dalam hati, dan aku bertanya kepada ibu dan ayahku mengenai agama yang aku peluk sejak lahir. Ibuku selalu menekankanku untuk selalu beribadah, sholat dan mengaji. Tapi disuatu titik aku merasa tidak ada ketenangan didalam diri ini yang pada akhirnya timbul lah banyak pertanyaan pertanyaan tentang apa yang aku lakukan, tapi ketika aku bertanya untuk apa aku sholat dan mengaji, dan ada beberapa pertanyaan yang pihak ibuku selalu menjawab "hal seperti itu gausah ditanya!! Udah lakuin aja!" Dan itu membuatku semakin penasaran. 

Perjalanan ini dimulai pada saat aku berusia 19 tahun, dimana aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikanku di luar kota. Semenjak aku kuliah di luar kota aku menjadi hidup mandiri dan tanpa pengawasan orang tua. Disini lah awal mula aku mengenal ke Kristenan. Karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan di dalan diri ini membuat aku semakin bingung, dan suatu hari aku bermimpi ada seorang kakek tua berbaju putih menawarkan 3 buah kalung, "pilih salah satu yang menurutmu cocok dengan apa yang kamu butuhkan" ucap kakek itu, akupun tanpa pikir panjang memilih kalung salib yang berada ditanga  kakek itu. Di dalam mimpi itu ada 3 buah kalung, yang pertama kalung diamond, bentuk Ka'bah dan kalung salib.
Setelah aku mendapatkan mimpi itu aku hanya berfikir "ah mimpi nya anehhh kenapa aku milih kalung salib". Aku tidak menceritakan apapun kepada orang tua pada saat itu karna aku pikir ini hanyalah bunga tidur. 

Tahun kedua pun berlangsung, aku tidak ingat untuk pastinya bulan apa aku bermimpi lagi. Ini salah satu mimpi yang membuat aku kebingungan dan ketakutan, aku bermimpi bertemu dengan sosok tinggi, bercahaya, dan mengulurkan tangannya di dalam mimpi. Dia tidak asing dimatakku tapi aku gak tau dia itu siapa. Sampai pada akhirnya aku bercerita kepada ayahku, dan dia berkata "Nak bersuka citalah kamu, kamu dipilih Tuhan bukan kamu yang memilih". Tapi ya namanya juga masih labil, acuh tak acuh aja, oiya pada saat ini aku udah gapernah yang namanya ibadah, baik secara islam ataupun secara kristen. Karna mau ibadah secara islam aku udah ga bissa fokus dan kosong.

Sampai di puncak dari mimpiku di tahun ke 3, saat itu aku sedang pulkam (pulang kampung) biasa anak- anak rantau pada saat bulan puasa menjelanng lebaran perkuliahan sudah mulai libur. Aku tidur siang di kamarku, aku bermimpi langit menjadi hitam, diatas bangunan bangunan besar dan sekeliling mulai hancur, diatas langit ada pasukan berkuda dan yang menunggangi kuda itu membawa tongkat runcing seperti sedang ada peperangan, dan kuda itu pun sangat amat besar ukurannya sampai sampai aku terbangun karena suara petir yang sangat besar dan menggelegar, maklum kamar di lantai atas. Pada saat aku bangun aku menangis dan jantungku berdegup sangat kencang, aku lari menghapiri ayahku dan aku ceritakan semua mimpi ini. "Bersuka citalah anakku, Tuhan ingin kamu selamat, mimpimu tercatat di dalam Alkitab". Ketika aku menceritakan semua nya ayahku bilang dia sangat merinding karena mimpiku ada di dalam Alkitab, sedangkan aku tidak pernah membaca Alkitab dan tidak tahu isi di dalamnya dan ini tercatat di kitab Wahyu.

Pada akhirnya, ayahku menyimpulkan dari mimpi pertama hingga mimpi terakhir, dimana Tuhan ingin menyelamatkanku dari kebingungan yang selama ini aku rasakan, ayahku berkata "kamu bisa memilih apa yang kamu percayai dan dimana yang membuat kamu nyaman, karna kepercayaan tidak bisa dipaksakan". Memang dari awal ayah dan ibuku memiliki perjanjian, dimana jika mereka memiliki anak laki-laki maka dia akan mengikuti jejak ayahku dan begitupun sebaliknya jika perempuan mengikuti ibuku, namun ayahku selalu berkata "biarlah mereka yang menentukan sendiri, agama apa yang ingin mereka peluk". 

Tapi you know lah yak namanya ibu-ibu yang gamau anaknya pindah agama selalu bersikeras memaksakan kehendaknya. Sampai dimana aku diam-diam belajar mengenai Kristus dan di tahun 2022 aku resmi dibaptis. Namun hanya ayah, adik, teman dan keluarga dari ayah ku yang tahu. Ibuku belum mengetahuinya secara resmi dari mulutku sampai saat ini 2023.

Komentar